SeputarEuro.Net – Kabar mengejutkan datang dari Sepakbola Indonesia. Ditengah kondisi liga yang sedang mengalami penundaan akibat wabah Corona di Negeri ini, sang Sekretaris Jenderal malah mengundurkan diri dari jabatannya.

Ratu Tisha Destria atau yang kerap disapa Ratu Tisha saat ini sudah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PSSI.

Kabar tentang mundurnya Ratu Tisha sebagai Sekretaris Jenderal PSSI itu memang benar adanya, ia secara resmi mengundurkan diri dari kursi Sekjen PSSI melalui unggahan Social Media Instagram resmi miliknya, @ratu.tisha pada hari Senin (13 April 2020) sore.

Dalam tulisan yang langsung dibacakan oleh Ratu Tisha di akun Instagramnya ia benar mengundurkan diri, namun ia tidak menanggalkan alasan apapun tentang kemundurannya.

Seperti yang kita ketahui sebelumnua, Ratu Tisha Destria merupakan Perempuan pertama yang berhasil menjabat Sekretaris Jendaeral Di PSSI.

Ratu-Tisha-Destria

Tisha menjabat  kursi SekJen PSSI sejak tahun 2017 dikala PSSI masih dipimpin oleh Edy Rahmayadi. Ratu Tisha saat itu dipilih langsung oleh ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi untuk menggantikan Ade Wellington yang juga mengundurkan diri setelah dinilai gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal oleh para pegiat Sepakbola tanah air.

Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSSI, perempuan berusia 35 tahun ini sempat menjadi sorotan oleh pecinta sepakbola Indonesia karena keberhasilannya menggelar kompetisi Indonesia Soccer Championship yang dioperatori oleh PT. Gelora Trisula Semesta pada tahun 2016. Kala itu Ratu Tisha menjabat sebagai Direktur di kompetisi tersebut.

Baca Juga : Tiga Pemain Juventus Positif COVID-19

Karena keberhasilannya inilah yang membuat Ketum PSSI kala itu Edy Rahmayadi, tertarik untuk mengajak Ratu Tisha untuk berkolaborasi di tubuh PSSI. Tentunya dengan posisi Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umumnya dan Ratu Tisha Destria sebagai Sekretarisnya.

Pemilihan Ratu Tisha sebagai Sekretaris Jenderal di tubuh PSSI sempat menjadi perbincangan menarik di dunia Sepakbola Indonesia. Sempat ada kabar bahwa Ratu Tisha hanya dijadikan boneka oleh para petinggi PSSI saat itu, sebutlah Joko Driyono salah satunya.

Joko Driyono merupakan Wakil Ketua Umum PSSI saat itu dan juga menjadi plt Ketua Umum sementara menggantikan Edy Rahmayadi yang mundur dan ingin fokus mencalokan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Ia merupakan orang lama ditubuh PSSI. Ia sempat terlibat kasus mafia bola dan menjadi tersangka.

Ratu-Tisha-Destria

Banyak orang berpendapat bahwa Ratu Tisha hanya dijadikan ‘Boneka’ oleh Joko Driyono untuk memainkan trik kotor ditubuh PSSI. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh tugas Joko Driyono dilakukan oleh Ratu Tisha.

Ratu Tisha dinilai terlalu  overlapping dalam melaksanakn tugasnya. Ini seperti yang disebutkan oleh Ketua Umum PSSI Periode 2011-2015, Djohar Arifin yang saat ini menjabat di komisi X DPR RI. Djohar Arifin menilai Ratu Tisha sudah kelewat batas.

“Ratu Tisha terlalu semena-mena dala melakukan Tindakan. Banyak tindakan fatal ia ambil padahal itu bukan kapasitasnya.” Ucap Djohar Arifin.

“Dulu Ketika masih ada pak JokDri di PSSI, Segala sesuatunya diambil. Sekarang sudah ada Ketua Umum yang baru, masih aja merasa seperti dulu.” Katanya Djohar Arifin lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Djohar Arifin memang sempat marah kepada Ratu Tisha. Itu terjadi karena dirinya sebagai anggota Komisi X DPR RI tidak mendapatkan kursi VVIP Ketika timnas Indonesia bertanding di Sea Games 2019 di Manilla pada tahun 2019 lalu dan berujung pada permohonan maaf dari Iwan Bule selaku Ketua Umum PSSI saat ini dengan Djohar Arifin.

LEAVE A REPLY