Seputareuro – Juergen Klopp tak mempermasalahkan jika Manchester United mau main bertahan saat menghadapi Liverpool. Klopp tinggal mencari cara untuk membongkarnya.

MU akan bertandang ke Anfield, Minggu (16/12/2018) malam WIB, untuk menghadapi tuan rumah Liverpool pada laga bigmatch di pekan ke-17 ini. Jika menilik klasemen saat ini, The Reds jelas diunggulkan mengingat mereka ada di puncak dan unggul 16 poin dari MU di posisi keenam.

Kemenangan akan makin menjauhkan Liverpool dari MU dan memantapkan posisi di klasemen, plus moral para pemain akan makin terangkat mengingat MU adalah rival berat. Tapi MU di bawah Jose Mourinho adalah lawan yang menyulitkan untuk Liverpool.

Liverpool dan Manchester United tak salah dibilang klub terbesar di Inggris. Keduanya total punya lebih dari 80 trofi di kompetisi besar.

Persaingan Liverpool dan MU memang bisa dikatakan sebagai salah satu yang terpanas di Eropa mengingat rivalitas itu sudah ada sejak masa lampau. Tak cuma soal letak geografis kedua kota yang berdekatan, sejam perjalanan menggunakan mobil, tapi soal prestasi.

BACA JUGA : Laporte Kecewa Tidak Dipanggil Oleh Timnas Prancis

Sejak menangani Liverpool, Klopp belum pernah menang atas MU di liga dengan torehan tiga seri dan dua kekalahan. Bahkan dalam dua laga kandang terakhirnya kontra MU, Liverpool bermain imbang tanpa gol.

Bukan tak mungkin strategi serupa akan dilakoni Mourinho akhir pekan ini mengingat mereka tak mau dipermalukan begitu saja. Plus MU tengah dilanda krisis dengan absennya sembilan pemain. Bakal menghadapi taktik serupa, Klopp pun tak mempersoalkannya.

“Saya tidak melihat kalau mereka cuma punya gaya main itu. Mereka punya lebih dari satu gaya main, tak sekadar umpan panjang atau menunggu,” ujar Klopp di Liverpool Echo.

“Mungkin mereka sedikit bertahan pada laga di Anfield tahun lalu, tapi mereka tidak melakukan itu di Old Trafford, tidak sama sekali,” sambungnya.

Liverpool memang sudah lama tidak mendapat juara liga, tapi mereka adalah klub tersukses di Inggris dengan 41 gelar sebelum MU menyalipnya di 2017 saat meraih trofi Piala Liga Inggris serta Liga Europa.

Apakah bisa The Reds mengalahkan rivalnya itu di musim ini?


LEAVE A REPLY