Seputareuro – Musim buruk yang dialami oleh Real Madrid nyatanya tidak menurunkan pamornya di dunia sepak bola. Raksasa Spanyol itu dinyatakan sebagai merek sepak bola terbesar mengalahkan Manchester United dan Barcelona.

Sebuah laporan tahunan dirilis Brand Finance, konsultan penilaian merek independen asal Inggris. Dalam laporannya, ia menempatkan Madrid sebagai klub dengan merek paling mahal di dunia.

Dalam laporannya, Real Madrid menjadi brand dengan nilai tertinggi yakni 1.646 miliar euro atau sekitar Rp 26.6 triliun. MU di posisi dua dengan 1.472 miliar euro atau Rp 23.7 triliun. Madrid kembali ke puncak daftar ini setelah terakhir mencapainya pada 2010.

Sesuai dengan rilis yang dipublikasikan oleh Brand Finance, pada tahun 2019, Real Madrid memiliki nilai mencapai 1.416 miliar pounds. Nilai ini melesat jauh jika dibanding yang dicatatkan Real Madrid pada tahun sebelumnya.

Dengan nilai tersebut, Real Madrid juga sukses menggusur Manchester United yang sebelumnya jadi klub paling mahal di dunia. Pada tahun 2019 ini, nilai Manchester United adalah 1.266 pounds, tepat berada di bawah Real Madrid.

Di posisi ketiga ada Barcelona yang punya nilai mencapai 1.198 miliar pounds. Selain prestasi di pentas domestik yang konsisten, Barcelona dalam beberapa tahun terakhir juga mulai memperluas jaringan bisnisnya.

Sementara itu, Bayern Munchen berada di posisi ke-4 dengan nilai 1.130 miliar pounds. Bayern Munchen sekaligus jadi satu-satunya klub Jerman yang masuk dalam sepuluh besar kategori tim paling bernilai.

Kabar Madrid sekarang saja baru tumbang saat menghadapi Sociedad di Estadio Municipal de Anoeta, Minggu (12/5/2019) pada pekan ke-37 Liga Spanyol. Karim Benzemadkk kalah 1-3.

BACA JUGA : Madrid Akan Segera Menjual Diego Costa Karena Tabiat Buruk

Itu merupakan kekalahan ke-11 di LaLiga musim ini, atau total yang ke-17 di semua kompetisi. Selisih poinnya dengan Barcelona, yang sudah dipastikan menjadi juara, mencapai 18 poin.

Madrid masih punya satu pertandingan lagi di Liga Spanyol, dengan menjamu Real Betis di Santiago Bernabeu pada pekan terakhir LaLiga. Jika kembali kalah, maka tim asuhan Zinedine Zidane itu akan mengulang catatan buruk pada musim 1994/1995 saat kalah 18 kali dalam semusim.


LEAVE A REPLY