Seputareuro – Paris Saint-Germain membawa pulang poin penuh plus dua gol tandang dari markas Manchester United. Paris Saint Germain bertamu ke Manchester United dalam kondisi jauh dari ideal. Meski tanpa Neymar dan Edinson Cavani, PSG ternyata bisa membungkam Manchester United.

Duo Neymar dan Cavani terlibat dari lebih dari 60% produktivitas PSG di Liga Champions. Maka ketiadaan mereka di Old Trafford dianggap menjadi kerugian besar bagi skuat besutan Thomas Tuchel.

PSG menang 2-0 saat bertandang ke Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dinihari WIB pada partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak kick-off, dengan kedua tim menerapkan high-pressing.

Ada total 30 tekel sepanjang laga, dengan MU punya 18 berbanding 12 milik PSG. Agresivitas kedua tim juga berujung banyaknya pelanggaran, tercatat 24 kali terjadi (17 dari MU, 7 dari PSG).

Bahkan ada 10 kartu kuning yang dikeluarkan wasit, dengan Paul Pogba mendapatkan dua kartu kuning alias diusir wasit. Tapi pada akhirnya, efisiensi yang berbicara.

MU hanya mampu mencatatkan satu tembakan on target dari 10 percobaan, sementara PSG punya lima peluang mengarah ke gawang dari 12 tembakan.

Berikut adalah highlight pertandingan MU melawan PSG.

Solskjaer sebagai pelatih MU pun ikut bicara dengan mengakui kalau timnya belum selevel PSG.

Baca Juga : Liga Champion Babak 16 Besar Akhirnya Dimulai Kembali, Ini Nih Jadwalnya

“Kami tidak berada di level yang seharusnya, tapi ini peningkatan level dibanding yang sebelumnya kami tunjukkan,” ucap Solskjaer.

“Kami dalam laju yang hebat, dalam kondisi psikologi yang hebat, tapi ini sebuah tantangan besar dan mereka punya kualitas di seluruh tim. Karena itulah mereka berada di antara para favorit di Liga Champions. Level itulah yang harus kami coba raih,” lanjut Solskjaer di Fox Sport.

Ini menjadi kekalahan pertama MU setelah ditangani Solskjaer. Dalam 11 pertandingan sebelumnya di kompetisi domestik Inggris, The Red Devils mencatatkan 10 kemenangan dan sekali imbang.

 


LEAVE A REPLY