Seputareuro – Di tengah krisis pemain, Manchester United ditantang untuk comeback saat menyambangi Paris St. Germain. Ole Gunnar Solskjaer memastikan timnya tetap optimistis.

MU di ambang tersingkir di babak 16 besar Liga Champions setelah kalah 0-2 di leg pertama yang dilangsungkan di Old Trafford.

Untuk lolos ke perempatfinal, MU mesti menang dengan selisih tiga gol. Sudah pasti bukan tugas yang gampang, mengingat PSG tercatat cuma sekali kalah dalam 16 laga kandang terakhirnya di kompetisi itu.

Ditambah dengan kondisi MU yang tidak ideal. Pemain-pemain inti seperti Anthony Martial, Nemanja Matic, Ander Herrera, Jesse Lingard, dan Juan Mata masih menepi. Sementara Paul Pogba juga absen karena menerima kartu merah (dua kartu kuning) di Old Trafford. Daftar cedera MU bertambah setelah Alexis Sanchez ditarik keluar dalam kemenangan atas Southampton.

BACA JUGA : Kalau Kalah Lagi dari Barca, Solari Bakal Diganti?

Walau dihadang badai krisis pemain, Solskjaer masih optimistis dengan peluang lolos the Red Devils. Syaratnya, MU mesti bisa mencetak gol di awal laga. Solskjaer pun teringat tentang kebangkitan MU di Turin pada 1999 dan yakin hal ini akan terjadi untuk MU ketika berhadapan dengan PSG nanti.

Solskjaer menjadi bagian dari skuat Setan Merah yang menjuarai Liga Champions 1998/99. Pada prosesnya, MU melewati Juventus di babak semifinal dengan agregat 4-3. Pada laga di markas Juve, the Red Devils melengkapi comebacknya lewat kemenangan 3-2 usai sempat tertinggal dua gol.

“Saat itu skor 1-1 di kandang sendiri dan mereka (Juventus -red) mencetak gol untuk unggul 2-0 dalam 10 menit, dan tak ayal Anda pun berpikir Anda tersingkir,” manajer interim itu mengatakan dilansir Sky Sports.

“Tapi setelah mencetak gol tandang, kami menanjak dan kemudian kami bisa menyamakan skor menjadi 2-2. Kami kemudian lolos dan mereka panik. Ya begitulah.” tanda Solskjaer.

MU kembali akan berhadapan dengan PSG di leg kedua liga Champion pada tanggal 7 Maret 2019 di stadium Parc de Princes jam 04.00.


LEAVE A REPLY