Seputareuro – Ajax Amsterdam tampil mengejutkan di Liga Champions setelah menyingkirkan dua tim besar, Real Madrid dan Juventus. Apakah Tottenham yang menjadi lawan Ajax nantinya akan sama nasibnya?

Dilihat dari awal maka liga Champion, Ajax sama sekali tidak diunggulkan namun potensi mereka mulai terlihat ketika menjadi runner-up Grup E tanpa terkalahkan. Bahkan saat menghadapi Bayern Munich, Ajax berhasil menahan imbang pada dua laga. Skor 1-1 di Allianz Arena dan 3-3 ketika main di Belanda.

Ajax sama sekali tak diunggulkan ketika menghadapi Madrid di 16 besar. Apalagi mereka sempat kalah 1-2 di Johan Cruyff Arena pada leg pertama. Tapi, Dusan Tadic dkk bangkit dan comeback 4-1 di laga kedua.

Bertemu Juventus di perempat final, Ajax kembali jadi underdog. Klub berseragam putih merah tersebut semakin tak diuntungkan kala bermain imbang 1-1 di Belanda. Namun, ternyata Frenkie de Jong cs kembali membuat kejutan serupa kala menghadapi Madrid, yaitu dengan mengalahkan Juventus 1-2 di Allianz Stadium.

Membuat kejutan dengan memulangkan Real Madrid dan Juventus, serta melaju ke semifinal, merupakan prestasi terbesar Ajax sejak tahun 1997. Terlebih tim yang sudah empat kali menjuarai Liga Champions itu hingga kini baru kalah sekali sejak babak play-off, yaitu kala menghadapi Madrid.

BACA JUGA : Kemenangan Dramatis, Spur Singkirkan City Dari Liga Champion

Selanjutnya Ajax akan bertemu dengan Spur di semi final liga Champion. Tidak menjadi underdog kali ini karena Ajax telah menyingkirkan lawan yang lebih sulit dari Tottenham. Inilah 3 alasan kuat mengapa Ajax akan bisa mengalahkan Tottenham dengan mudah.

1. Tidak Ada Penyerang Handal di Leg Pertama

Kane-Son

Harry Kane jadi tumpuan utama Tottenham Hotspur dalam beberapa musim terakhir. Musim ini pun kapten Timnas Inggris tersebut sudah mencetak lima gol dalam delapan laga di Liga Champions. Namun, Mauricio Pochettino harus kehilangan pemain andalannya tersebut hingga akhir musim lantaran cedera.

Absennya Kane sebenarnya jadi angin segar buat Son Heung-Min. Biasanya ditempatkan sebagai winger, penyerang asal Korea Selatan tersebut dicoba jadi penyerang murni dalam beberapa laga terakhir. Hasilnya, dalam empat laga terakhir Son mencetak empat gol dan satu asis, termasuk brace yang meloloskan Spurs ke semifinal.

Sayangnya, Son bakal absen pada leg pertama semifinal setelah menerima kartu kuning. Artinya, kini Spurs tak punya penyerang tim utama yang mumpuni selain Fernando Llorente, yang pada skuat Tottenham pun berperan jadi pelapis. Menyusul kepincangan Spurs itu, akan sulit menghadapi Ajax yang solid dalam pertahanan.

2. Pertahanan Tottenham rapuh

Seperti yang sebelumnya disebutkan, Tottenham Hotspur sukses memulangkan Manchester City dengan unggul produktivitas gol tandang. Namun, semua bukan tanpa kekurangan. Hal ini terbukti pada laga terakhirnya City mampu menjebol gawang Spur sebanyak 4 kali.

Dari sisi lawan terbukti bahwa ketika menghadapi Juventus dan Real Madrid, Ajax membuktikan diri jadi tim yang memiliki strategi menyerang yang mengerikan bahkan bisa membantai Real Madrid dengan pesta gol 4 – 1.

Jadi menghadapai lawan yang terkenal dengan penyerangnya pastinya akan membuat Tottenham kesulitan apalagi dengan pertahanan yang rapuh.

3. Bermain Tanpa Beban 

Sudah melangkah hingga semifinal, jelas Ajax sudah melampaui ekspektasi dari semua pendungkungnya.. Prestasi tersebut pun memberi motivasi lebih kepada wakil Belanda tersebut. Alhasil itu juga jadi keuntungan buat Ajax, mengingat target mereka kurang lebih sudah dicapai sehingga menang atau kalah mereka akan tetap menikmatinya.

Frenkie de Jong sudah dipastikan pindah ke Barcelona pada musim panas nanti, sementara Matthijs de Ligt yang jadi komoditas transfer paling panas saat ini hampir pasti tak bakal bertahan di Ajax. Kedua pemain andalan tim tersebut tentu bakal memberikan kado perpisahan berupa prestasi dan akan berusaha ekstra keras.
Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt
Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt

Kala nantinya Ajax melakoni dua laga, mereka disebut bakal bermain lebih berani lantaran sudah tak punya beban apapun pada babak tersebut. Sementara Spurs yang masih mengincar posisi 4 besar di Liga Inggris pasti akan membuat fokusnya terpisah.


LEAVE A REPLY