Seputareuro – Timnas Indonesia gagal juara di Piala AFF 2018. Tim Garuda kandas di fase grup. Indonesia tersingkir setelah Filipina menahan Thailand 1-1, Rabu (21/11/2018). Hasil itu membuat Thailand dan FIlipina mendulang tujuh poin di Grup B

Indonesia punya satu laga tersisa melawan FIlipina. Andai menang pun, tim asuhan Bima Sakti cuma mengoleksi poin maksimal enam, takkan mampu mengejar sang rival. Indonesia pun hanya sampai di fase grup.

Hasil ini melanjutkan tren negatif Indonesia di piala AFF. Pada 2014, Indonesia ketika itu juga langsung gugur di fase grup. Untuk pertama kalinya Indonesia kandas berturut-turut di fase grup. Kemudian pada 2018. Dua tahun lalu, Indonesia menjadi runner up di Piala AFF 2016. Namun lagi-lagi Indonesia langsung kandas di fase grup.

BACA JUGA : Tak Ada Ronaldo, Andre Silva Jadi Andalan Portugal

Melihat tragisnya timnas Indonesia membuat salah satu pemain bintang nya Andik merasa sangat kecewa. Keinginannya membawa Indonesia juara pupus untuk yang ketiga kalinya sejak Piala AFF 2012 dan 2016.

“Hasil ini bukan kami saja yang merasakan kesedihan tapi mungkin seluruh masyarakat Indonesia sedih. Yah, mau bagaimana lagi, ini memang sudah jalannya. Saya pribadi sedih sekali karena, apa, ya, ini adalah ajang yang sangat saya tunggu-tunggu sekali,” ujar Andik usai latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Bima Sakti sebagai pelatih timnas Indonesia pun merasa terpukul dan siap mundur sebagai pelatih. “Kalau memang PSSI memutuskan kami mundur, kami siap,” kata Bima Sakti usai latihan Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

“Siapapun pelatihnya nanti, baik asing atau lokal, kami semua harus dukung semaksimal mungkin. Kami lihatThailand dan Vietnam dari usia dini mereka sudah dibentuk, jadi memiliki dasar yang bagus,” dia menambahkan.

Selanjutnya Piala AFF akan diadakan pada tahun 2020, bisakah Indonesia mematahkan tren negatif nya?


LEAVE A REPLY